 1. BANTEN
Keuskupan Bogor : Gua Maria Bukit Kanada (Kampung Narimbang Dalam) - Jl.Raya Cipanas Km.2 (Sekolah Perawat/SPK RS Misi) Rangkasbitung, Serang. Paroki Santa Maria Tak Bernoda - Jl. Multatuli, Rangkasbitung. Peresmian 13 Agustus 1988, Uskup Bogor, Mgr.Ignatius Harsono, Pr.
2. JAWA BARAT
Keuskupan Bandung : Gua Maria Sawer Rahmat - Cisantana, Cigugur, Kuningan. Peresmian 21 Juli 1990, Kardinal Tomko. Konsumsi peziarah : WKRI Cisantana, telepon 0232 875234. Rute: a. Jakarta - Cirebon - Kuningan, sebelum masuk kota Kuningan, diterminal Cirendang belok kanan menuju Cigugur (3 km) dari Cigugur naik ke Cisantana b. Jakarta - Bandung - Tasikmalaya - Kuningan - Cirebon. Sebelum masuk kota Kuningan (sesudah Waduk Darma) atau di Cigadung belok ke kiri melewati Cigugur kemudian naik ke Cisantana. Akomodasi: Penginapan : ada penginapan di Cisantana untuk 50-60 orang atau hotel di Kuningan Makan : Hubungi WKRI Cisantana attn. Ibu Gunawan (0233) 875234
Gua Maria Karmel - Biara Suster Karmel OCD, Jl. Karmel II / 51, telepon 022 278 6152 - Lembang ~ Paroki Santa Maria Lembang, Jl. Karmel I / 51, telepon 022 278 7331. Peresmian Mei 1989, Uskup Bandung, Mgr. Alexander Djaja-siswaja Pr. Rute: Bandung - Lembang, sebelum masuk pasar Lembang, disebelah hotel pesona bambu ada jalan masuk ke lokasi (perhatikan papan petunjuknya)
Keuskupan Bogor : Gua Maria Biara Santa Clara - Biara Suster Santa Clara, Pacet, Sindanglaya, telepon 0263 512 237 - Cipanas. (setiap hari s/d pkl. 11.30)
Gua Maria Lembah Karmel Pertapaan Shanti Bhuana (Carmelitae Sancti Eliae - CSE) / Biara Putri Karmel St. Imelda. Desa Cikarenye, Cipanas 43253 (Puncak). Telp. 0263-582062 Rute: Jakarta - Puncak, di Cipanas dekat resort puncak pass, cari jalan menuju ke perum Kota Bunga atau ke taman bunga nusantara (TBN) (lihat petunjuk dipinggir jalan), ikuti petunjuk ke TBN (kira-kira 13km), setelah lewat TBN terus, diujung belok kekiri, tidak jauh dikanan ada gerbangnya. Kendaraan umum: dari pasar Cipanas naik angkot jurusan Mariwati, turun di Pasar Gembrong, lalu naik ojek ke Lembah Karmel.
Gua Maria Sumber Kahuripan Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi Cibadak - Sukabumi, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 29, Cibadak, Sukabumi 43155 (Sekolah Mardi Yuana) Telepon: (0266)531364 Rute: Jakarta - Lido - Cibadak, di Cibadak cari rambu belokan kekanan ke jalan yang mengarah ke wisata Pelabuhan Ratu, jika dari Jakarta (tol) cari tanda belokan yang kedua (bukan yang pertama), 500m setelah belok terlihat papan nama gerejanya.
3. D.K.I. JAKARTA
Keuskupan Agung Jakarta : Gua Maria Bunda Penebus - Paroki St.Thomas Rasul, Jl. Pakis Raya, Blok G 5, No. 20, Bojong Indah - Jakarta Barat (Kompleks Bojong Indah - Jalan Daan Mogot, Jakarta - Tangerang).
Gua Maria Fatima - Kompleks Biara Suster Gembala Baik RGS , Jl. Jatinegara Barat - Jakarta Timur. Acara rutin : Prosesi Bunda Maria Fatima & Perayaan Ekaristi setiap bulan tanggal 13, pukul 17.00. {Peresmian 13 Mei 1950 - Inter-nuntio, Mgr. De Jonge & 13 Mei 1961 - Uskup Jakarta Mgr. A. Djajasaputra SJ}.
4. JAWA TENGAH
Keuskupan Purwokerto : Gua Maria Kaliori - Kaliori, 20 km Purwokerto arah Banyumas; informasi : Sekretariat - telepon 0281 632479 - 796242 atau Gereja Katedral Purwokerto, Jl. Gereja no.3, telepon 0281 637052. Pemberkatan Patung Bunda Maria, 10 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II di Yogyakarta. 08 Desember 1989 gua diberkati oleh Mgr. PS Hardjasoemarta MSC. Dilengkapi Taman Rosario Hidup dengan 15 relief peristiwa renungan doa rosario. Rute: 1. Jakarta/Bandung - Wangon - Buntu - Gombong/Yogyakarta Dari arah Bandung, sampai di pertigaan Buntu belok ke kiri menuju Purwokerto melewati Banyumas dan Sokaraja, setelah melewati Sungai Serayu di antara jalan berkelok-kelok di sebelah kanan ada papan nama besar Goa Maria Kaliori. 2. Jakarta - Purwokerto - Gombong/Yogyakarta Dari arah Purwokerto setelah melewati Sokaraja (terkenal dengan getuknya) dan setelah pabrik Gula Kalibagor, di sebelah kiri ada ada papan nama besar Goa Maria Kaliori. Penginapan & akomodasi: Rumah retret Maria Immaculata.
Gua Santa Maria Nusakambangan - Ds. Klaces, Kec.Pembantu Kampung Laut, Cilacap. Sekretariat : Jl. Gatot Subroto 35A, telepon 0282 533018, Cilacap. Rute: 1. Majingklak ~ pelayaran Majingklak - Klaces 20 menit. Banjar - Majingklak (Kalipucang) 45 km, Majingklak-Pangandaran = 25 km. 2. Sleko-Cilacap ~ pelayaran Sleko - Klaces 2 jam.
Keuskupan Agung Semarang : Gua Maria Kerep - Ambarawa (Seberang terminal Ambarawa), Paroki St. Yusuf Ambarawa, telepon 0298 591028 - pengelola, telepon 0298 592085. Peresmian 15 Agustus 1954, Uskup Semarang Mgr. Soegijopranoto SJ & Peresmian renovasi 04 Oktober 1981, Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmoyuwono, Pr. Rute: Semarang - Ambarawa Dari arah terminal Ambarawa sebelum Komplek Gereja Paroki St. Yusuf ada jalan ke kanan menuju Gua Maria Kerep. Penginapan & akomodasi: Susteran Marsudirini di samping Gereja.
Gua Maria Sendang Sriningsih - Dsn.Jali, Ds.Gayamharjo, Prambanan. (jalan raya Yogya - Solo, Pertigaan pompa bensin Pandan Simping. Acara rutin : Pembukaan & penutupan bulan Maria (Mei & Oktober), prosesi obor dari Gereja Marganingsih+doa jalan salib+misa (pkl.21.00) di gua & novena malam Jumat Kliwon. Peresmian 29 Mei 1953. Paroki Santa Maria Bunda Kristus, Wedi - telepon 0272 - 322797. Peresmian Renovasi 19 Agustus 1979, Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmoyuwono Pr.
Gua Maria Sendang Ratu Kenya / Tempat Doa Hati Ibu Yang Bahagia Danan, Giriwoyo, Wonogiri. Paroki St. Ignatius - Danan, Peresmian 30 Septem ber 1997, Uskup Emeritus Keuskupan Sintang, Mgr. Isaac Dura, Pr. Sumber air diberkati 30 September 1998 oleh Mgr. V.Kartosiswoyo, Pr. Acara rutin: Misa setiap Jumat pkl. 20.00 & Novena 9x Minggu pertama (pkl. 10.00) September s/d Mei. Rute: Solo - Wonogiri - Giriwoyo (jalur ke Pacitan), ada 2 jalur 1. Wonogiri - Ngadirejo - Baturetno - Giriwoyo - Pracimantoro (lewat bendungan Gajah Mungkur) 2. Wonogiri - Wuryantoro - Pracimantoro - Giritontro - Giriwoyo lokasinya antara jalur Giriwoyo dan Pracimantoro tidak jauh dari kantor kecamatan Giriwoyo
Gua Maria Mojosongo - Debegan Rt 04/V, Kel.Mojosongo, Kec.Jebres (jalan Brigjen Katamso) Surakarta/Solo. Paroki Santa Maria Regina Purbowardayan - Jl. Jend. A.Yani 10, telepon 0271 56620. Peresmian 25 Desember 1983, Uskup Agung Semarang, Julius Kardinal Darmaatmadja SJ. Acara rutin : Misa setiap malam Jumat Pertama pkl. 21.00.
Gua Maria Sendang Pawita Sinar Surya Tawangmangu - +/- 3km lokasi wisata Tawangmangu, Dusun Sendang, Desa Panjang, Kec. Tawangmangu - Karang Anyar. Paroki St. Pius X, Jl. Lawu 362, telepon 0271 495192, Karanganyar.
Gua Maria Marganingsih (jalan mengalirnya rahmat) - Ds. Ngaren, Bayat - Klaten (Yogyakarta - Solo, Pertigaan Bendo Gantungan Klaten arah Bayat), Paroki Santa Maria Bunda Kristus, Wedi - telepon 0272 - 322797. Peresmian 27 Oktober 2002 - Uskup Agung Semarang, Mgr. Ign. Suharyo, Pr.
Gua Mawar Maria - Ds. Kembang Sari, Kec. Musuk - Boyolali. Peresmian 25 Juni 1982, Pastor paroki, Rm. A. Endro Karyono MSF. Paroki Hati Tak bernoda SP Maria, Jl. Merbabu 24, telepon 0276 21107, Boyolali. Kontak : Mudika Stasi Musuk d/a Kembangsari 06/II, Musuk ~ email : chollo@plasa.com (Sdr.Teguh Tri Kuncoro). atau sulisrose@plasa.com.
Gua Maria Sendang Sancta Rosa Mystica - Dsn. Banyuurip, Ds Jelok, Kec. Tuntang, Kab. Semarang (Bawen - Salatiga). Koster, Pak Stefanus Aan 0822 980 461. Paroki St. Paulus Miki, Jl. Diponegoro 34 telepon 0298 324076, Salatiga.
Gua Maria Ratu Dusun Besokor, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kendal. Rute: Jakarta - Cirebon - Weleri atau Semarang - Kendal - Weleri Lokasi sekitar 3km ke arah selatan Weleri di jalan raya Weleri-Sukorejo.
D.I.YOGYAKARTA
Keuskupan Agung Semarang : Gua Maria Lourdes Sendang Sono - Kalibawang, Kulon Progo (Jl.Raya Muntilan - Wates), Paroki Promasan, telepon 0292 21130. Peresmian 08 Desember 1929, Pastor RP Prennthaler SJ. Misa setiap Sabtu selama bulan Mei & Oktober pkl 16.00.
Gua Maria Sendang Jatiningsih - Ds.Jlitar, Moyudan, Sleman (Sendang Sono - Yogyakarta lewat Nanggulan - Godean). Paroki St. Petrus & Paulus - Klepu, Pos Godean, Yogyakarta 55564.Peresmian renovasi 1999, Uskup Agung Semarang, Mgr. I.Suharyo Pr.
Gua Maria Tritis - Dsn. Bulu, Ds. Giring, Kec. Paliyan, Kab. Gunung Kidul - Wonosari. Paroki St. Petrus Kanisius - Jln. Mgr. Sugiyapranata 29, telepon 0274 391063, Wonosari. Setiap Minggu bulan Mei & Oktober ada perayaan ekaristi pkl. 11.30. Rute: Dari Yogyakarta - Wonosari; sampai simpang tiga Gading (dekat lapangan terbang landasan rumput) belok kanan menuju Playen - paliyan - Pasar Trowono - Singkil. Rute ini paling umum dilalui para peziarah dan jarak dari Gading - Goa Maria Tritis sekitar 28 km.
Gua Maria Sendang Rosario - Ds.Ngijorejo, Kec.Gading, Wonosari (Jalan Raya Yogyakarta - Wonosari ~ Gua Maria Tritis). Peresmian 11 Pebruari 1962, Pastor T.Widyana SJ. Peresmian Renovasi 1975, Justinus Kardinal Darmo-yuwono, Pr. Peresmian Renovasi Ke-2, 21 Juni 1997, Uskup Tanjung Karang, Mgr. A.Henry Soesanto SCJ.
Salib Suci Gunung Sempu, Bantul, Yogyakarta Rute: Dari Jalan Ringroad Yogyakarta masuk Pabrik Gula Madukismo kemudian ke barat sekitar 1,5 km ada jalan ke kiri menyeberangi rel ka angkutan tebu. Kontak person: Bp. Sugiharta , Ketua Wilayah Gunung Sempu - telp. 0274-381877 Pastoran Paroki Hati Kudus yesus Pugeran Yogyakarta Jl. Suryaden 63, Yogyakarta Telp. (0274) 372295 email: sekretariat_paroki@pugeran.net website: www.pugeran.net
JAWA TIMUR
Keuskupan Malang : Gua Maria Sendang Purwaningsih - Purworejo, Kec.Donomulyo, Kab. Malang (dekat lokasi wisata Pantai Ngliyep, 53 km dari Kota Malang). Peresmian 10 Mei 1990, Pastor Paroki Purworejo, Rm. Henricus Franciscus Demmer O.Carm.
Gua Maria Sendang Retno Adi - Ngadireso - Tumpang - Poncokusumo - Malang. Pertapaan Karmel / Biara Suster Putri Karmel, telepon 0341 788650 (pkl. 07.00 s/d 15.00), fax 0341 788651 (24 jam).
Gua Maria Jatiningrum - Curah Jati (45 km dari Banyuwangi) - Grajagan - Banyuwangi. Paroki Ratu Para Rasul. Peresmian 15 Agustus 1956, Uskup Malang, Mgr. AEJ Albers Ocarm. Sebelum tahun 1995 bernama Gua Maria Waluyaning Tiyang Sakit.
Keuskupan Surabaya : Gua Maria Lourdes Puh Sarang - Kec. Semen - Kediri. Paroki St. Vincentius a Paulo, Jl. Veteran no. 3, telepon 0354 772782, Kediri. Peresmian 2 Mei 1999, Uskup Surabaya, Mgr. J. Hadiwikarta Pr. Acara rutin, Misa tirakatan malam Jumat Legi, pkl. 24.00 (didahului doa rosario pkl. 23.30).
Gua Maria Fatima Sendang Waluyo Jatiningsih - Klepu, Kec. Sooko, Kab. Ponorogo (Ponorogo arah Pulung - Sooko, +/- 30 km arah timur Gereja St.Maria - Jalan Gajah Mada 45, telpon 0352 481184, Ponorogo). Peresmian 27 Mei 1988, Uskup Surabaya Mgr. AJ Dibjakarjana Pr., peresmian setelah renovasi, thn. 2001, Uskup Surabaya, Mgr. J.Hadiwikarta, Pr.
Rute: Dari Solo-Sukaharjo-Wonogor-Ponorogo-Klepu / Dari Yogyakarta-Pracimantoro-Danan-Pacitan-Ponorogo-Klepu / Dari Surabaya-Madiun-Ponorogo-Klepu. Informasi Akomodasi (aula berkapasitas 300 orang, kamar mandi-WC 20 buah, dengan fasilitas bantal, matras biaya sukarela: Pastoran Paroki St. Maria-Ponorogo 0352-481184; Mohon disiapkan alat misa ke Sdr. Yahmin 085235447729; Mohon disiapkan makanan ke Ibu Hardi WKRI Klepu 0352 571095. Moderator: Rm. A. Luluk Widyawan, Pr
LOKASI ZIARAH LAIN
Sekitar D.I.YOGYAKARTA Candi/Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus - Ganjuran, Bantul, telepon 0274 367154, (Jowilayan, Km.16 Yogyakarta/Bantul - Pantai Samas). Peresmian 11 Februari 1930, Uskup Agung Jakarta, Mgr. Van Velsen SJ. Acara rutin : Ungkapan devosional & upacara khusus, Malam Jumat Pertama pkl. 19.00 & Minggu ke-5 setiap bulan, pkl. 07.00 & Minggu terakhir bulan Juni pkl. 07.00, serta Tirakatan Malam Jumat Kliwon pkl. 19.00.
SALIB SUCI + Gua Maria Bunda Berduka Cita Gunung Sempu - Gereja Salib Suci, Kec. Kasihan, Kab.Bantul (1.5 km dari Pabrik Gula Madukismo - masuk dari ring road selatan Yogya); Acara rutin : Novena Salib Suci (devosi kepada salib suci) setiap minggu ke - 3, pkl. 10.00 wib. Paroki Hati Kudus Yesus, Pugeran - Jl. Suryaden 63, telepon 0274 372 295 Yogyakarta. Peresmian 20 Mei 1990 - Uskup Agung Semarang Mgr. Julius Darmaatmadja SJ.
Sumur Maria Kitiran Mas - Gereja St.Maria Assumpta, telepon 0274 895 146, Pakem - Jalan Raya Yogyakarta - Kaliurang, Km 17). Penggalian sumur kecil tahun 1985, Pemberkatan renovasi (sumur lebih besar) 14 Oktober 2001.
Makam Romo Richardus Kardis Sandjaja, Pr - Jl. Kartini, Muntilan ; Paroki St. Antonius, telepon 0293 587046 ~ Rumah retret St. Fransiskus Asisi, Jln. Kartini 11 (samping RSU Muntilan), telepon 0293 587 095.
SUMATERA UTARA
Keuskupan Agung Medan : Graha Bunda Maria Annai Velangkanni (tempat zairah) Taman Sakura Indah Blok A / 1, Jl. Sakura III No. 7, Tanjung Selamat, Medan-Tuntungan, Sumatera Utara. Telepon 061-8201943
BANGKA \ RIAU KEPULAUAN \ PULAU GALANG \ PULAU BATAM
Keuskupan Pangkal Pinang : Gua Maria Pelindung Segala Bangsa Belinyu - Bukit Mo Thian Liang (Bukit Menggapai Langit), Belinyu - Bangka (90 km dari Pangkal Pi- nang) - Paroki St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Jl. Mayor Syafri Rakhman 107, telepon 0715 321331, Belinyu. Peresmian : 08 Desember 1999, Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD. Kontak person: Pastor Ambros Sanas, SSCC Pastor Paroki St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Jl. May Syafri Rakhman 107, Belinyu 33254 Telp. 0715 - 321331
Paroki Katedral St. Yosef Jl. Gereja No. 2, Pangkalpinang 33131 Telp/Fax. (0717) 432178 / 432152
Pastor L.I Wayan J. Sunaryo, SVD Pastor Paroki St. Petrus Jl. Anggrek Blok II Lubuk Baja - Batam 29432 Telp./Fax. (0778) 457755 / 451170
Pastor Philipus Seran Sega, Pr Pastor Paroki Hati St.Perawan Maria Yang Tak Bernoda Jl. Diponegoro No. 12 Kotakpos 30, Tanjungpinang 29101 Telp./Fax. (0771) 21386 / 20096
Gua Maria Bunda Pelindung Teluk Dalam - Pulau Bintan, Pantai Trikora Teluk Dalam (49 km dari Tanjung Pinang). Paroki Hati St. Pera- wan Maria Yang Tak Bernoda, Jl. Diponegoro 12, teepon 0771 21386 / 20096, tanjung Pinang. Peresmian : 22 April 2001, Mgr. Hilarius Moa Nurak SVD.
Bunda Maria di Atas Perahu, Galang Site II - Pulau Galang, Paroki St. Petrus, Lubuk Baja - Jl. Anggrek Blok II Lubuk Baja, telepon 0778 457755 / 451170, Batam. Peresmian 30 September 1994.
Gua Hati Tersuci Santa Perawan Maria - Paroki Beato Damian, Kompleks Green Town, Blok Q, No. 21 (Depan TOP 100), Bengkong Harapan, Batam. Peresmian 17 Maret 2002 oleh Mgr.Hilarius Moa Nurak SVD
JAMBI
Keuskupan Palembang : 10.1.1. Gua Maria Ratu Rosari – Kompleks Pondok Kristofel (Rumah Biara SCJ) , telepon 0741 – 40207, Paroki St. Theresia – Jl. RD Mattaher 19, telepon 0741 – 23310, Jambi. Peresmian 07 Oktober 2002 – Uskup Palembang, Mgr. Al. Sudarso SCJ.
LAMPUNG
Keuskupan Tanjung Karang : Gua Maria Padang Bulan – Pringsewu, Lampung (Arah barat kota Bandar Lampung) ~ 3 km dari Pringsewu arah Kab. Tanggamus disebelah kanan jalan. Rumah retret La Verna, fax 0729 21788. Peresmian 19 Agustus 1984. Rute: Kendaraan Umum : peziarah bisa naik Bus Damri dari Stasiun gambir menuju Lampung. Turun di Stasiun KA Tanjung Karang, kemudian ganti angkutan umum menuju terminal Rajabasa. Setelah itu melanjutkan dengan bus jurusan Kota Agung. Turun di Pringsewu, tepatnya di pangkalan ojek pasar esok. Kendaraan Pribadi/Rombongan : Dari pelabuhan Bakauheni menuju ke arah kota Tanjung Karang melewati bundaran Sukarno-Hatta, ada pertigaan belok kanan menuju Jl. Pramuka sampai di terminal kecil Kemiling belok kanan menuju Pringsewu dan melewati Pasar Gedungtataan, Pasar Gadingrejo sampai di pasar Pringsewu ke arah Kabupaten Tanggamus sekitar 3km (dari lampu lalulintas Pringsewu) belok kanan menuju lokasi Gua Maria PadangBulan. Penginapan: di lokasi ada rumah retret La Verna yang dikelola Suster-suster Fransiskanes dari Santo Gregorius, Martir( FSGM)
Gua Maria Fajar Mataram – Bandarjaya, Lampung (Arah utara kota Bandar Lampung–menuju Kotabumi), Desa Merapi, Kel. Fajar Mataram – Kec.Seputih Mataram, Kab. Lampung Tengah. (Belok kanan di Pasar Bandarjaya). Rute: Kendaraan Umum : peziarah bisa naik Bus Damri dari Stasiun gambir menuju Lampung. Turun di terminal Rajabasa. Setelah itu melanjutkan dengan bus jurusan Bandar Jaya. Turun di terminal Bandar Jaya kemudian naik angkutan kota jurusan Merapi (Pajar Mataram) Kendaraan Pribadi/Rombongan : Dari pelabuhan Bakauheni menuju ke arah Kota Bumi, dari bundaran Sukarno-Hatta, belok kanan menuju Bandar Jaya terus ke jurusan Merapi.
NUSA TENGGARA TIMUR
Keuskupan Atambua : Gua Maria Lourdes Betun – 4 km dari Gereja St. Maria Fatima.
Gua Maria Bunda Pengantara Rahmat – Stasi Silawan, Paroki Stella Maris Atapupu, Timor Tengah Utara (50 meter dari perbatasan Timor Lorosae). Peresmian medio Agustus 2001 – Vikjen Keuskupan Atambua, Pastor Agustinus Bula, Pr.
Gua Maria Bitauni – Paroki St. Maria Penyelenggara Segala Rahmat, Kiupukan, Pos Kefa.
Gua Maria Kapela Wilain – Paroki St. Petrus Lahurus, Pos Atambua.
Keuskupan Larantuka : Gua Maria Wato Jong – Paroki St. Maria Diangkat ke Surga, Bama, Lewokluo.
Keuskupan Agung Ende : Gua Maria Fatima – Paroki St. Perawan Maria yang Tak Bernoda, Lela, Maumere.
Keuskupan Agung Kupang : Gua Maria Lourdes – Paroki Kristus Raja Kupang.
MALUKU
Keuskupan Amboina : Gua Maria Bunda Hati Kudus – Waur Melati, Pulau Seram. Pastoran Kamal Waisarisa – Seram, telepon 0913 61292
Gua Maria Panjang – 5 km dari kota Ambon.
Golgota di Masbait + Gua Maria – Masbait ~ Desa Klanit, daerah Langgur, Maluku Tenggara, Kepulauan Kei & Aru. Peresmian 2000, Duta Besar Vatikan, Mgr. Renzo Fratini.
SULAWESI
Keuskupan Manado : Gua Maria Bunda Bukit Karombasan – Paroki Hati Kudus Karombasan, telepon 0431 861403 – Manado.
Gua Maria Redemtoris Mater – Paroki St. Yoseph, Manado Selatan. Jl. Gereja St.Yoseph 17, telepon 0431 851928 – Manado.
Gua Maria Bunda Hati Kudus – Desa Woloan, Tomohon. Pastoran Woloan, telepon 0431 352212.
Keuskupan Agung Makassar : Gua Maria Balla – Pena, Polmas – Toraja Barat, Sulawesi Selatan. Pastoran Polewali, Jl. Amanna Pattola 2, telepon 0428 21720, Polewali.
Gua Maria Watan Soppeng – Paroki St. Perawan Maria Bunda Pengharapan, Jl. Samudera 48, telepon 0484 21362, Watan Soppeng, Sulawesi Selatan.
Gua Maria Sendang Mulyasari – Kota Unaaha, Kendari, Sulawesi Tenggara. Paroki Kendari, Jl. Moh.Hatta 63A, telepon 0401 21886.
KALIMANTAN
Keuskupan Banjarmasin : 15.1.1. Gua Maria Manikam Damai – Mandam, Hampang, Kota Baru.
Keuskupan Sanggau : Gua Maria Pusat Damai.
Keuskupan Sintang : Gua Maria Sejiram - Kapuas Hulu.
Gua Maria Tahta Kebijaksanaan Putussibau – (4 km dari pusat kota Putussibau), Jalan Lintas Timur, Simpang Melapi – Kab. Kapuas Hulu. Peremian awal Juni 2002, Pastor Paroki Putussibau, Pastor YJ Jakang SMM.
Keuskupan Tanjung Selor : Gua Maria Sei Mentogog - 4 km dari jalan aspal Slipi, Pantai Amal Tarakan, 13 km dari gereja Paroki St. Maria Immaculata, Jl. Jendral Sudirman 252, telepon 0551 51271, Kampung Baru, Tarakan – Kalimantan Timur.
Keuskupan Agung Pontianak : Gua Maria Toho – Kec. Toho, Kab. Pontianak (15 km dari Anjungan, 77 km dari Pontianak) – Paroki Katedral Patimura Pontianak, telepon 0561 734739 – Peresmian 20 Oktober 1996, Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronymus Bumbun OFMCap.
Gua Maria Riam Merasap – Desa Segonde, Kec. Sanggau Ledo, Kota Bengkayang (Ibu Kota Kab.Sambas) – Pontianak – Bengkayang 170 km; Bengkayang – Sanggau Ledo 67,5 km; Sanggau Ledo – Lokasi 7,5 km. Paroki Santo Pius Bengkayang, telepon 0562 441147. Diresmikan 1993
Gua Maria ratu Pencinta Damai Anjungan - Sungai Pinyuh, Anjungan ( 60 km dari Pontianak) – Paroki Sungai Pinyuh, telepon 0561 652079 – Peresmian 29 April 1973, Uskup Agung Pontianak Mgr. Herculanus Pr.
  There is no liturgical prayer that does not conclude with a reference to Our Lord. The Hail Mary reaches its high point in the words "blessed is the fruit of your/thy womb, Jesus." We detect two movements in this prayer which alternate with one another. The first part magnifies in fact the Lord for the great things he did for his "lowly servant," whereas the second part entrusts the supplications and praises of the children of God to the Mother of Jesus. The new Catechism of the Catholic Church has a wonderful page on the meaning of the Hail Mary (see CCC 2676-2677). Mary is the perfect figure of prayer (Orans). "When we pray to her--says the Catechism--we are adhering with her to the plan of the Father, who sends his Son to save all men" (CCC 2679).
Javanese
Sembah bekti kawula Dewi Maria kekasihing Allah, Pangeran nunggil ing panjenengan Dalem. Sami-sami wanita Sang Dewi pinuji piyambak, saha pinuji ugi wohing salira Dalem Sri Yesus. Dewi Maria, Ibuning Allah, kawula tiyang dosa sami nyuwun pangestu dalem samangke tuwin benjing dumugining pejah. Amin.
English
Hail Mary, full of grace, the Lord is with thee. Blessed art thou amongst women and blessed is the fruit of thy womb Jesus. Holy Mary, Mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death. Amen.
Indonesia
SALAM MARIA Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus. Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.
French
Je vous salue, Marie, pleine de grâces, le Seigneur est avec vous, vous êtes bénie entre toutes les femmes, et Jésus le fruit de vos entrailles est béni. Sainte Marie, Mère de Dieu, priez pour nous pauvres pécheurs, maintenant, et à l'heure de notre mort. Ainsi-soit-il.
Tetum (East Timor)
Ave Maria, grasa barak liu iha Ita-Boot, Maromak ho Ita-Boot. Ita-Boot di'ak liu feto hotu-hotu; Ita-Boot nia Oan, Jezús, di'ak liu. Santa Maria, Maromak Nia Inan, Harohan ba Na'i Maromak tanba ami-ata salan, Oras ne'e ho oras ne'ebé ami-ata besik atu mate. Amein.
Tamil (South India)
Arul niraintha Marie vazhga! Karthar ummudane. Penkalukkul asirvathikkappattavar neere. Ummudaiya thiruvayittin kaniyakiya Yesuvum asirvathikkappattavare. Archayasishta Marie sarvesuranudaiya mathave, Pavigalayirukkira engalukkaga ippozhuthum Engal marana neratthilum vendikkollum. Amen
German
Gegrüsst seist du, Maria, voll der Gnade; der Herr ist mit dir; du bist gebenedeit unter den Frauen und gebenedeit ist die Frucht deines Leibes, Jesus. Heilige Maria Mutter Gottes, bitte für uns Sünder, jetzt und in der Stunde unseres Todes. Amen.
Italian
Ave Maria piena di grazia il Signore è con Te Tu sei benedetta fra le donne e benedetto è il frutto del tuo seno, Gesù. Santa Maria, madre di Dio prega per noi peccatori adesso e nell'ora della nostra morte Amen
Latin
Ave Maria, gratia plena, Dominus tecum, benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Jesus. Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae. Amen.
Spanish
Dios te salve María, llena eres de gracia, el Señor es contigo, bendita tú eres entre todas las mujeres, y bendito es el fruto de tu vientre, Jesús. Santa María, Madre de Dios, ruega por nosotros pecadores ahora y en la hora de nuestra muerte. Amén.
Slovenia
Zdrava Marija, milosti polna, Gospod je s teboj, blagoslovljena si med ženami in blagoslovljen je sad tvojega telesa, Jezus. Sveta Marija, Mati Božja, prosi za nas grešnike, zdaj in ob naši smrtni uri. Amen
African
Wees gegroet, Maria vol genade, die Here is met u. Geseën is u onder die vroue en geseën is Jesus, die vrug van u skoot. Heilige Maria, Moeder van God, bid vir ons sondaars, nou en in die uur van ons dood. Amen.
Chinese (Mandarin)
Wan fu Ma-li-ya ( Mary ), ni chung man shen zoung, Zu yi ni dong chai, ni zhai fu ni zhoung zhou zhan song. Ni da zen-zhi Yue-su (Jesus), dong shuo zhan song. Tien zu shen mu Ma-li-ya,(Holy Mary Mother of God) Cui ni xian zhai, he wo men zuie ren, qi cui Tien –zu. Amen
Malta
Sliema ghalik, Marija, bil-grazzja mimlija. Il-Mulej mieghek, imbierka inti fost in-nisa, u mbierek il-frott tal-guf tieghek Gesu.
Qaddisa Marija, Omm Alla, itlob ghalina midinbin issa u fis-siegha tal-mewt taghna, Amen   Alangkah mujurnya “nasib” orang-orang Kristiani, terutama orang-orang Katolik ! Mengapa tidak ? Karena mereka memiliki seorang ibunda yang setiap saat bisa ditemui, dimintai bantuan, dijadikan tempat pencurahan segala duka derita, harapan dan cita-cita,…Ibunda itu siapa lagi kalau bukan ibunda Yesus sendiri, Maria.
Ketika Yesus tengah bergelayut dengan maut di salib, Ia masih sempat menitipkan Maria kepada murid-murid yang dikasihiNya. “Inilah ibumu, “ ujarNya dari salib. Sejak saat itulah Maria selalu ada di tengah murid-murid itu. Hingga sekarang pun begitu. Ia disebut sebagai Ibu Gereja Universal. Tak terlalu mengejutkanlah kalau Gereja secara khusus memberikan waktu khusus untuk menghormatinya selain pada hari-hari raya tertentu.
Kegiatan rutin yang hendak mengetengahkan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh banyak umat untuk memuji Bunda Maria itu. Yaitu ziarah ke gua-gua Maria di dalam maupun di manca negara. Dan jangan lupa, bulan Mei sangat tepat untuk mengungkap topik penuh nuansa menarik ini.
Memang selalu saja ada nada-nada kurang sedap menyangkut ziarah ke gua-gua Maria. Apa sih sebetulnya esensi ziarah itu ?
Lagu Ave Maria mengalun sepoi-sepoi: Ave Maria, gratia plena, Maria gratia plena, Maria gratia plena. Ave, Ave, Dominus Dei, … Ave Maria, Ave Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus. Ora, Ora pro nobis,…Inilah acara penyerahan diri keduanya kepada perlindungan Ratu dan Bunda utama bagi keluarga mereka.
Sepenggal cerita di atas adalah contoh yang menunjukkan betapa sentralnya Bunda Maria dalam keluarga-keluarga Katolik. Bagi orang Katolik kebanyakan, Maria, Ibu Yesus, yang kerap disapa sebagai Bunda Maria, adalah perantara doa yang sangat dihormati dan diyakini untuk meneruskannya kepada Allah. Bunda Maria adalah pelindung setiap keluarga. Gereja sendiri secara tradisional mengkhususkan dua bulan untuk memberikan devosi kepada Bunda Maria: bulan Mei, disebut sebagai bulan Maria, dan bulan Oktober untuk bulan Rosario. Yang disebut terakhir ini sangat berkaitan dengan Bunda Maria.
Selama dua bulan tersebut di lingkungan-lingkungan sudah ada acara doa bersama: doa rosario. Kegiatan ini digilir dari rumah ke rumah sepanjang bulan. Dan salah satu cara untuk menghormati Bunda Maria yang paling populer itu adalah mengadakan ziarah ke tempat-tempat di mana Bunda Maria dihormati secara khusus. Gua Maria di Lourdes di Prancis dan Gua Maria di Fatima, Portugal adalah nama yang sudah dikenal di seantero jagat ini.
Lourdes memang lebih terkenal karena di sanalah Maria menampakkan diri kepada seorang gadis cilik berumur delapan belas tahun, Bernadette. Penampakkan Bunda Maria kepada gadis cilik itu terjadi tahun 1858. Sedang di Fatima juga tempat Maria menampakkan diri kembali (1917). Dan penampakan Maria di Fatima terjadi beberapa saat setelah Gereja secara dogmatis mengatakan bahwa Bunda Maria telah diangkat ke Surga jiwa dan raganya.
Nah, selama bulan Mei dan Oktober inilah sejumlah besar umat Katolik berbondong-bondong. Bagi yang mampu tentu akan memilih berziarah ke gua-gua Maria di mancanegara. Namun, bagi yang “sedang-sedang” saja lebih memilih tempat yang tidak terlalu jauh dan tidak membutuhkan banyak biaya.
Latar belakang
Pada mulanya ziarah ke gua-gua Maria ini diselenggarakan semata untuk ziarah. Ziarah untuk bertemu secara rohaniah dengan Tuhan Yesus di tempat-tempat yang ada kaitannya secara histories dengan hidup Yesus dan perkembangan Gereja kemudian.
Adolf Heuken SJ, seperti tertulis dalam Ensiklopedia Katolik, menyebutkan ziarah itu melambangkan perjalanan hidup manusia di atas bumi ini menuju Allah. Ziarah yang menghantarkannya semakin hari semakin dekat kepadaNya biarpun melalui kesusahan dan kecapaian. Di tempat-tempat ziarah itu semestinya orang dengan tenang merayakan ekaristi atau devosi-devosi lain. Dan bila perlu dengan menerima Sakramen Pengakuan.
Khusus mengenai ziarah Maria, sejarah awalinya adalah adalah pada abad-abad pertama. Orang-orang Kristiani perdana yakin bahwa Maria sebagaimana orang-orang beriman lainnya juga sudah masuk surga seperti layaknya orang kudus. Barulah sekitar tahun 400 Epifanius, Uskup Kota Salmis menulis demikian, “Barangkali Perawan Maria telah wafat dan dimakamkan. Atau barangkali dia telah dibunuh sebagai martir, atau barangkali dia masih tetap hidup karena Tuhan mampu membuat apa saja yang dikehendakiNya. Namun akhir hidup Maria tidak diketahui seorangpun dengan pasti”.
Inilah yang kemudian menjadi latar belakang ziarah. Lalu sekitar tahun 450 awal berziarah ke Maria. Mulailah orang-orang Kristiani menghormati suatu makam Maria di Yerusalem. Malah ada juga yang beroendapat adanya dua makam Maria, satu di bukit Zaitun dan satunya lagi di lembah Yosafat. Namun akhirnya sesudah Konsili Efesus tahun 431 diawali suatu penghormatan pada satu makam Maria di Efesus.
Makna ziarah Maria adalah untuk mengungkapkan penghormatan secara khusus kepada Maria karena ia adalah orang kudus atau bahkan sangat kudus. “Dengan begitu berarti Maria ditempatkan di atas orang-orang kudus, namun tentu saja di bawah Yesus. Bunda Maria begitu dihormati dengan sungguh-sungguh. Bentuk penghormatan itu bisa berupa devosi, doa rosario, pesta-pesta liturgis dan sebagainya, “ ujarnya.
Belakangan ini memang bukan hanya dalam rangka bulan Maria saja, tetapi sudah sepanjang tahun orang-orang biasa melakukan ziarah. Perkembangan sarana-sarana transportasi yang semakin canggih membuat peluang semakin besar untuk melakukannya. Tetapi bagaimanapun, sebenarnya orang berziarah tidak sama dengan pergi tur. Karena tur sekedar piknik. Kalau dulu orang berziarah untuk menghormati sekaligus mau ada unsur magisnya, sedikit sekali. Orang berziarah adalah untuk mengungkapkan imannya sekaligus berharap mendapatkan kekuatan.
Ada dua kemungkinan mengapa orang melakukan ziarah dewasa ini. Pertama, ektrem tur atau profan. Yaitu, orang berziarah karena mumpung ada uang, untuk refreshing. Namun agar tidak kelihatan sangat profan maka disatukan dengan ziarah biar kelihatan kegiatan ini Kristiani.
Kegiatan seperti ini masih cukup baik karena mengisi liburan tidak semata liburan profan. Mereka berusaha juga untuk mencari kesempatan menghormati Bunda Maria. Hanya kelemahannya adalah suasana rohaninya kurang menonjol. Apalagi bila pas pada bulan Mei dan Oktober, suasanan sakralnya sudah hilang karena begitu banyak orang yang berkunjung. Orang-orang malah kesulitan untuk berdoa.
Kemungkinan kedua adalah ektrem religius, yaitu orang-orang berziarah tidak hanya sekedar menghormati Bunda Maria, namun lebih dari itu. Yaitu, mereka mengharapkan sesuatu yang magis. Magis dalam arti ingin mendapatkan sesuatu yang dialami dalam hidupnya sendiri. Misalnya, minta untuk mendapatkan penglihatan Binda Maria, memperoleh rahmat yang sungguh nyata dan dapat dirasakan. Seakan-akan menuntut bahwa Bunda Maria itu harus nampak dan dialami nyata.
Sedangkan dalam tradisi awal tidak demikian. Hanya mengungkapkan imannya dan kalau mereka mendapatkan kekuatan, itu diyakini sebagai rahmat. Pada keadaan seperti ini Bunda Maria diyakini sebagai perantara saja.
Dari dua ekstrem di atas bagi masyarakat perkotaan ziarah sebagai tur nampak lebih dominan. Sedangkan orang-orang sederhana, orang-orang desa, lebih kuat pada religiusnya tetapi mereka tidak semata-mata mencari penampakkan Bunda Maria. Melainkan ada sesuatu yang sungguh-sungguh diharapkan, yaitu rahmat yang sekaligus menyelesaikan masalah. Misalnya saja, mendapatkan mata air yang bisa menyembuhkan penyakit.
Pergeseran makna ziarah dewasa ini bisa ditengok dari dua segi. Pertama, pengaruh gejolak teknologi yang kian maju dan konsumerisme. Kesibukan orang-orang sekarang ini menyebabkan mereka tidak punya kesempatan untuk memberikan penghormatan secara khusus dalam hidupnya sehari-hari.
Dengan adanya ziarah itu berarti bagi orang-orang sibuk itu ada kesempatan untuk memberikan penghormatan sehingga berbondong-bondong melakukan kegiatan ziarah. Inilah kesempatan untuk melakukan penghormatan kepada Tuhan, juga kepada Bunda Maria.
Kedua, orang hendak mengungkapkan religiositasnya. Apalagi kalau dilihat dari corak Konsili Vatikan II, yaitu pembaharuan. Maka dari itu, orang-orang sebetulnya ingin mencari bentuk penghayatan iman yang asli. Kembali ke asalinya.
Memang, esensi ziarah itu sudah mulai memudar. Ia telah berubah bukan untuk berziarah tetapi untuk piknik. Sentuhan komersialisasi sudah begitu melekat pada paket-paket peziarahan baik dalam dan luar negeri. Dikatakannya, tempat-tempat ziarah sudah dianggap sebagai tempat senang-senang dan kenikmatan-kenikmatan. Hal itu terjadi karena fasilitas untuk ziarah sangat mudah diperoleh. Nyaman untuk digunakan, menarik dan memperoleh kesegaran jasmaniah. Orang tidak lagi merasa prihatin, menderita dalam ziarah.
Entahlah mana yang menyelimuti hati orang-orang Katolik terutama yang melakukan ziarah. Siapa yang mampu menduga isi dan maksud hati manusia. Siapa yang termasuk ektrem tur wisata atau ektrem mau mengungkapkan religiositasnya berpulang kepada pribadi masing-masing. Namun hendaknya penghayatan dan penghornatan kepada Bunda Maria itu sungguh dapat dipahami secara benar. Selalu harus kembali kepada pertanyaan, mengapa umat begitu menghormati dan memuji Bunda Maria. Jawaban atas pertanyaan ditemukan dalam Kidung Maria. Di sana diungkapkan bahwa karena perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa, kuduslah namaNya. Artinya, Maria tidak dihormati seakan-akan dia sendiri memang berprestasi besar. Melainkan karena di dalam dia Allah berkarya demi penyelamatan manusia.
Maka, pertama-tama yang perlu diperhatikan dalam diri Bunda Maria adalah bahwa ia memainkan peranan penting dalam hidup Yesus. Dia adalah orang kudus karena imannya yang total kepada rencana Allah. Maria adalah bunda umat beriman. Pengakuan akan keluhuran Bunda Maria sebagai Bunda Yesus yang menjadi dasar untuk memberi perhatian penuh hormat kepadanya.
Berdoa kepada Bunda Maria bukanlah berarti bahwa Bunda Maria yang dapat menyelamatkan manusia beriman. Ataupun dia menganugerahkan seakan-akan tanpa sepengetahuan Allah. Ia melayani Allah. Kalau berdoa kepada Bunda Maria maksud doa itu senantiasa supaya Bunda Maria berdoa bagi manusia.
Dalam bingkai seperti itu, hidup umat beriman ini secara teologis harus dilihat juga sebagai suatu ziarah hidup menuju Allah. Orang-orang yang berziarah ke tempat-tempat suci dan kudus itu adalah lambang dari umat yang berada dalam peziarahan dalam arti yang seluas-luasnya. Ziarah harus ditempatkan dalam konteks yang normal saja. Orang-orang berziarah bukan hanya kepada gua-gua Maria saja.
Agar ziarah Maria itu sungguh bermakna rohani sebaiknya perlu disiapkan secara matang. Sebelum hari pemberangkatan, satu atau dua bulan sebelumnya para peserta sudah diberikan bimbingan mengenai Kitab Suci, sejarah tempat-tempat suci tersebut. Tujuannya adalah agar para peziarah dapat sungguh-sungguh memetik makna yang esensial.
Persiapan awali ini perlu dilakukan oleh orang-orang yang berkualitas. Tidak hanya asal seorang imam yang bisa menyertai lalu merayakan ekaristi dan sedikit ceramah. Sekurang-kurangnya pembimbing itu mengerti sedikit banyak mengenai eksegese. Tetapi, hal ini sangat melelahkan. Bahkan ziarah seperti ini bisa seperti rekoleksi atau retret, maka ketika akan ke Gunung Sinai misalnya, harus jalan kaki, berpuasa sebagaimana dahulu dilakukan Musa. Artinya, menghayati sebagaimana dahulu orang menghayatinya. 
| |